Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiTabrakan kereta api Bekasi Timur 2026
Artikel Wikipedia

Tabrakan kereta api Bekasi Timur 2026

Tabrakan kereta api Bekasi Timur 2026 merupakan serangkaian peristiwa tabrakan kereta api yang terjadi pada 27 April 2026 sekitar pukul 20.40 dan 20.57 WIB di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kecelakaan utama dalam peristiwa ini melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi yang menabrak bagian belakang sebuah rangkaian KRL Commuter Line Lin Lingkar Cikarang relasi Kampung Bandan–Cikarang yang sedang berhenti di jalur 1. Sebelum tabrakan tersebut, terjadi pula tabrakan antara KRL Lin Lingkar Cikarang dari arah Cikarang dengan sebuah mobil taksi.

tabrakan kereta api di Indonesia tahun 2026
Diperbarui 29 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Graphic of a globe with a red analog clock
Artikel ini membahas suatu peristiwa terkini. Informasi pada halaman ini dapat berubah setiap saat seiring dengan perkembangan peristiwa dan laporan berita awal mungkin tidak dapat diandalkan. Pembaruan terakhir untuk artikel ini mungkin tidak mencerminkan informasi terkini. Silakan perbaiki artikel ini atau diskusikan perubahan pada halaman pembicaraan, tetapi harap perhatikan bahwa pembaruan tanpa rujukan yang sah dan tepercaya akan dihapus. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Tabrakan kereta api Bekasi Timur 2026
Lokasi tabrakan antara lokomotif Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line
Rincian
Tanggal27 April 2026 (2026-04-27)
Waktu
  • 20.40 WIB[1]
  • 20.57 WIB[2]
LetakStasiun Bekasi Timur
km 28+920 lintas Jakarta Kota–Manggarai–Jatinegara–Cikampek
Koordinat06°14′48.144″S 107°01′03.632″E / 6.24670667°S 107.01767556°E / -6.24670667; 107.01767556[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Tabrakan_kereta_api_Bekasi_Timur_2026&params=06_14_48.144_S_107_01_03.632_E_ <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">06°14′48.144″S</span> <span class=\"longitude\">107°01′03.632″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\">&#xfeff; / &#xfeff;</span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">6.24670667°S 107.01767556°E</span><span style=\"display:none\">&#xfeff; / <span class=\"geo\">-6.24670667; 107.01767556</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwEA\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt11\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwEQ\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwEg\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&amp;pagename=Tabrakan_kereta_api_Bekasi_Timur_2026&amp;params=06_14_48.144_S_107_01_03.632_E_\" class=\"external text\" id=\"mwEw\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwFA\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwFQ\"><span class=\"latitude\" id=\"mwFg\">06°14′48.144″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwFw\">107°01′03.632″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwGA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwGQ\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwGg\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwGw\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwHA\">6.24670667°S 107.01767556°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwHQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwHg\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwHw\">-6.24670667; 107.01767556</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwIA\"/></span>"}' id="mwIQ"/>
NegaraIndonesia
JalurJakarta Kota–Cikampek
OperatorKereta Api Indonesia dan KAI Commuter
Jenis kecelakaan
  • Tabrakan dengan kendaraan (Commuter Line arah Angke)
  • Serudukan (Commuter Line arah Cikarang dan Argo Bromo Anggrek)
PenyebabMasih dalam penyelidikan
Statistik
Kereta api
  • Argo Bromo Anggrek (PLB 4B)
  • Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang via Pasar Senen (PLB 5568A)
  • Commuter Line relasi Cikarang–Angke (PLB 5181)
Kendaraan1 unit taksi
Meninggal dunia15[3]
Luka-luka88[4]
Kerusakan
  • Kerusakan parah pada kereta belakang KRL arah Cikarang
  • Kerusakan sedang pada lokomotif dan kereta penumpang KA Argo Bromo Anggrek
  • Kerusakan ringan pada kereta depan KRL arah Kampung Bandan
  • Kerusakan sedang pada taksi

Tabrakan kereta api Bekasi Timur 2026 merupakan serangkaian peristiwa tabrakan kereta api yang terjadi pada 27 April 2026 sekitar pukul 20.40[1] dan 20.57 WIB[2] di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.[5][6] Kecelakaan utama dalam peristiwa ini melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek (dengan nomor KA PLB 4B) relasi Gambir–Surabaya Pasarturi yang menabrak bagian belakang sebuah rangkaian KRL Commuter Line Lin Lingkar Cikarang relasi Kampung Bandan–Cikarang (dengan nomor PLB 5568A) yang sedang berhenti di jalur 1. Sebelum tabrakan tersebut, terjadi pula tabrakan antara KRL Lin Lingkar Cikarang (nomor KA PLB 5181) dari arah Cikarang dengan sebuah mobil taksi.[7][8]

Kecelakaan ini menyebabkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia dan 88 orang lainnya mengalami luka-luka,[9] serta mengganggu operasional perjalanan kereta api di lintas Bekasi–Cikarang.[10]

Latar belakang

Jalur kereta api Jatinegara–Cikampek merupakan salah satu jalur kereta api tersibuk di Pulau Jawa. Segmen jalur kereta api antara Jatinegara hingga Cikarang digunakan bersamaan oleh kereta api antarkota, kereta api komuter, dan kereta api barang. Berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api Tahun 2025, segmen antara Bekasi dan Tambun dilalui oleh 320 perjalanan kereta api reguler tiap harinya, terdiri dari 136 kereta api antarkota, 160 KRL Commuter Line, dan 24 kereta api barang.[11]

Segmen dari Jatinegara hingga Bekasi berupa jalur dwiganda, dengan dua jalur digunakan sebagai kereta api antarkota dan barang sementara dua jalur lainnya digunakan untuk KRL Commuter Line. Sementara itu, segmen antara Bekasi dan Cikarang masih berupa jalur ganda, di mana kereta api antarkota, komuter, dan barang melalui jalur yang sama.[12][13] Sistem persinyalan antara Jatinegara hingga Cikarang juga telah ditingkatkan menjadi persinyalan blok otomatis.[14]

Kereta api Argo Bromo Anggrek merupakan layanan kereta api antarkota dengan relasi Gambir–Surabaya Pasarturi yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia. Pada segmen Jatinegara hingga Cikarang, layanan Argo Bromo Anggrek beririsan dengan layanan KRL Commuter Line Lin Lingkar Cikarang yang dioperasikan oleh KAI Commuter.

Kronologi

Pada 27 April 2026 sekitar pukul 20.40 WIB,[15] Taksi Green SM dilaporkan mengalami hubungan pendek arus listrik[16] dan berhenti di perlintasan sebidang tidak resmi di Jalan Ampera, Bekasi Timur yang berjarak 300 meter dari Stasiun Bekasi Timur.[17][18] Kendaraan tersebut lalu tertabrak oleh KRL Commuter Line Lin Lingkar Cikarang (PLB 5181) relasi Cikarang–Angke yang saat itu menggunakan sarana CLI-125 (SFC120-V).[8] Hal ini menyebabkan kedua jalur tidak dapat dilalui oleh KRL Commuter Line dari arah berlawanan.

Pada pukul 20.50 WIB, PLB 5568A dengan relasi Kampung Bandan–Cikarang via Pasar Senen, berhenti normal untuk aktivitas naik dan turun penumpang di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur. Namun, karena insiden pada arah berlawanan, KRL tersebut ditahan di Bekasi Timur.[19][1] PLB 5568A saat itu dilayani oleh sarana Tokyo Metro seri 6000 yang terdiri dari 10 kereta.[20]

Sekitar tujuh menit kemudian, pukul 20.57, kereta api Argo Bromo Anggrek (PLB 4B) relasi Gambir–Surabaya Pasarturi datang dari arah barat Stasiun Bekasi Timur. Berdasarkan penuturan masinis Argo Bromo Anggrek, ia menyebut bahwa "[sinyal di] Bekasinya hijau" dan menganggap "sinyalnya ada yang error."[21] Kereta api tersebut kemudian menabrak bagian belakang KRL PLB 5568A yang sedang berhenti.[2]

Evakuasi dan pemulihan jalur

Setelah terjadinya tabrakan, peron Stasiun Bekasi Timur dipenuhi oleh penumpang KRL dan Argo Bromo Anggrek yang keluar dari rangkaian, serta warga yang menerobos masuk. KAI kemudian melakukan evakuasi kepada 240 penumpang Argo Bromo Anggrek yang semuanya dalam kondisi selamat.[22] Petugas dan relawan juga melakukan sterilisasi area stasiun dari warga yang tidak berkepentingan.[23]

Evakuasi korban yang masih terjebak di dalam kereta dilakukan oleh beberapa pihak. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menerjunkan 14 personel dari tim Basarnas Special Group (BSG).[24] Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerjunkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Palang Merah Indonesia, dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk membantu evakuasi.[25] Proses evakuasi juga dibantu instansi lainnya, seperti Pemkot Bekasi, TNI, Polri, dan tenaga kesehatan.[26]

Lokomotif CC 206 13 86 yang terlibat dalam kecelakaan ini. Lokomotif ini sedang dilangsir di Stasiun Semarang Tawang, 2025.

Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati, termasuk dengan mempertahankan lokomotif Argo Bromo Anggrek di tempat karena memiliki risiko tinggi terhadap korban yang masih terjebak.[27] Korban luka-luka dilarikan ke RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat. Sementara itu, korban meninggal dunia dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi.[28] Pada keesokan harinya sekitar pukul 08.10 WIB,[29] Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyebut operasi penyelamatan korban resmi ditutup setelah dilakukan selama kurang dari 12 jam.[30]

Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, baru dilakukan proses pemulihan supaya jalur kereta api dan stasiun dapat digunakan kembali. Proses ini diawali dengan ditariknya lokomotif CC 206 13 86 milik Argo Bromo Anggrek dari lokasi kejadian pada 08.15 WIB.[31][28] Evakuasi bangkai KRL dimulai dengan mengangkat bogie KRL menuju gerbong datar menggunakan crane.[32]

Dampak korban dan kerusakan

Berdasarkan data posko darurat di RSUD dr Chasbulah Abdulmadjid Bekasi, kecelakaan ini menyebabkan 86 korban luka dan 15 korban meninggal dunia.[33] Basarnas menyebutkan bahwa seluruh korban tewas merupakan perempuan dewasa.[34] Sebanyak 15 korban luka diizinkan pulang pada 28 April pagi hari karena dapat dilakukan rawat jalan.[35] Sopir taksi yang terlibat dalam kecelakaan di perlintasan sebidang dilaporkan selamat dan diperiksa oleh Polres Metro Bekasi.[16]

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, memastikan bahwa masinis Argo Bromo Anggrek selamat.[36] Pada waktu yang terpisah, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, juga menyebut bahwa masinis dari kedua kereta api yang bertabrakan dalam kondisi selamat. Meskipun demikian, sejumlah awak kereta api dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.[37]

Lokomotif CC 206 13 86 yang terlibat dalam insiden ini. Dalam gambar, lokomotif ini berjalan di area Stasiun Kampung Bandan, 2021

Akibat dari kecelakaan ini, sarana kereta api dan mobil taksi yang terlibat mengalami kerusakan. KRL Tokyo Metro seri 6000 mengalami kerusakan parah pada kereta terakhir. Lokomotif CC 206 dari Argo Bromo Anggrek menembus masuk ke dalam sebagian kereta tersebut.[38] Taksi Green SM dengan nomor CT11271 mengalami ringsek di bagian pintu depan kiri.[39]

Segera setelah kecelakaan, listrik aliran atas antara Cibitung dan Bekasi Timur dimatikan untuk keperluan evakuasi.[40] Pada 28 April, Lin Lingkar Cikarang hanya melayani perjalanan dengan tujuan akhir Bekasi, sementara perjalanan untuk lintas Bekasi hingga Cikarang dibatalkan. KAI Commuter bekerja sama dengan Transjakarta untuk menyediakan empat unit bus sebagai armada antarjemput dari Stasiun Bekasi Timur ke Stasiun Bekasi.[41]

Layanan kereta api antarkota yang dioperasikan KAI juga turut terdampak. Jalur antara Bekasi hingga Tambun sempat tidak dilalui untuk kedua arah pada saat kejadian. Pada 28 April sekitar pukul 02.00 WIB, jalur hilir di area Stasiun Bekasi Timur baru dapat dilalui oleh kereta api antarkota secara bergantian, sementara jalur hulu masih tertutup.[42] Meskipun demikian, total sebanyak 19 perjalanan kereta api tetap dibatalkan akibat kecelakaan ini.[43]

Investigasi

Penyebab pasti kecelakaan masih dalam investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), KAI, pihak kepolisian, dan instansi terkait.[44][45]

Tanggapan

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan duka cita atas timbulnya korban jiwa akibat tabrakan kereta api ini. Prabowo juga menjenguk beberapa korban yang dirawat RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid pada 28 April 2026.[46] Melalui Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Sufmi Dasco Ahmad, Prabowo juga berencana menyetujui dana bantuan presiden untuk membangun jalan layang di Bekasi untuk mencegah kecelakaan ini terulang kembali.[47]

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan investigasi yang dilakukan oleh KNKT akan dilakukan secara transparan.[48] AHY juga menyoroti tentang banyakanya perlintasan sebidang di Indonesia. Ia menegaskan tentang pentingnya pembangunan jalan layang dan penghapusan sebidang.[49]

Jasa Raharja menyiapkan santunan senilai Rp90 juta bagi korban meninggal dunia, terdiri dari santunan pokok senilai Rp50juta dan santunan dari Jasaraharja Putera yang bekerja sama dengan KAI senilai Rp40 juta. Selain itu, Jasa Raharja juga menjamin biaya perawatan korban luka hingga Rp20 juta. Jasaraharja Putera juga menambahkan jaminan perawatan korban luka hingga Rp30 juta.[50]

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyoroti perlunya percepatan dalam penyelesaian pembangunan jalur dwiganda dari Manggarai hingga Cikarang. Ketua Forum Perkeretaapian MTI, Deddy Herlambang menyebut, “Kalau ada anggaran, tentu jalur bisa dipisahkan sehingga tidak ada bottleneck atau gangguan operasional.”[51] Sementara itu, Anggota Dewan Penasihat MTI, Djoko Setijowarno, menekankan perlunya sinergi semua pihak untuk menuntaskan masalah keselamatan di perlintasan sebidang.[52]

Lihat pula

  • Tabrakan kereta api Petarukan 2010
  • Kecelakaan KRL Commuter Line Bintaro 2013

Referensi

  1. 1 2 3 "Saya pikir saya meninggal' – Apa penyebab kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dan bagaimana agar tragedi tidak terulang?". BBC Indonesia. 28 April 2026. Diakses tanggal 28 April 2026.
  2. 1 2 3 Warsono, Adi (2026-04-28). "Cerita Saksi soal Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur". Tempo. Diakses tanggal 2026-04-28.
  3. ↑ Kompas TV (2026-04-28). "UPDATE: Jumlah Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Jadi 15 Orang". Kompas TV. Diakses tanggal 2026-04-28.
  4. ↑ Dwi Bowo Raharjo; Lilis Varwati (28 April 2026). "Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka". Suara. Diakses tanggal 28 April 2026.
  5. ↑ Hayat, Wiji Nur. "Breaking! KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2026-04-27.
  6. ↑ BeritaSatu.com. "KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi, KAI: Fokus Evakuasi". beritasatu.com. Diakses tanggal 2026-04-27.
  7. ↑ Pradana, Rio Sandy (2026-04-27). "BREAKING: Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur". Bisnis.com. Diakses tanggal 2026-04-27.
  8. 1 2 Seprianto (2026-04-27). "BREAKING NEWS: KA 4 Tabrak Kereta di Stasiun Bekasi Usai Insiden Perlintasan". RRI. Diakses tanggal 2026-04-28.
  9. ↑ Dwi Bowo Raharjo; Lilis Varwati (28 April 2026). "Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka". Suara. Diakses tanggal 28 April 2026.
  10. ↑ Anggrainy, Firda Cynthia. "KA Jarak Jauh Tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur". detiknews. Diakses tanggal 2026-04-27.
  11. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. hlm. 1700. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27. Diakses tanggal 2025-04-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  12. ↑ Prasetio, Ido; Rifai, Andri Irfan (2020-09-30). "Railway Planning Double-Double Track (Case Study of Bekasi Station km 26 + 652 - Jatinegara Station km 12 + 050". IJTI (International Journal of Transportation and Infrastructure). 4 (1): 12–21. doi:10.29138/ijti.v4i1.1161. ISSN 2597-4769.
  13. ↑ Shofyan, Abu (2025-15-15). "Masuk PSN DDT, Anne Purba Beberkan Dua Fungsi Utama Stasiun Bekasi". iNews. Diakses tanggal 2026-04-27.
  14. ↑ Laporan Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tabrakan Antara Mobil Daihatsu Sigra B 1778 FZI dengan KA 69F Argo Parahyangan di Perlintasan Sebidang JPL Nomor 101 KM 36+431, Jalan Bosi, Desa Wanasari, Kabupaten Wanasari, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat (PDF). Jakarta: Komite Nasional Keselamatan Transportasi. 2021. hlm. 15. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. ↑ "KRL dan KA Bromo Anggrek tabrakan di Stasiun Bekasi Timur". BBC News Indonesia. 2026-04-27. Diakses tanggal 2026-04-28.
  16. 1 2 Septioyudho, Hanang. "Korsleting Taksi Picu Tabrakan KRL di Bekasi, Sopir Diamankan". tirto.id. Diakses tanggal 2026-04-28.
  17. ↑ Irwinsyah, Fachrul. "Cerita Warga Saksikan Taksi Tertabrak KRL yang Jadi Pemicu KA Argo Bromo vs KRL". kumparan. Diakses tanggal 2026-04-28.
  18. ↑ "Kronologi KA Argo Bromo dan KRL Tabrakan di Bekasi, Bermula Tabrak Taksi". Kompas. 27 April 2026. Diakses tanggal 27 April 2026.
  19. ↑ "Begini Kronologi Lengkap Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur". Kontan. 27 April 2026. Diakses tanggal 27 April 2026.
  20. ↑ "Kisah Endang Kuswati Terjepit 10 Jam di Reruntuhan KRL Bekasi, Telepon Keluarga Sambil Menangis". Tribunsumsel.com. Diakses tanggal 2026-04-28.
  21. ↑ "Misteri Sinyal Eror Kecelakaan KRL Bekasi, Petugas KAI: Kecepatan 110!". Berita Manado. 2026-04-28. Diakses tanggal 2026-04-28.
  22. ↑ Satriyo, Fajar. "KAI: 240 penumpang Argo Bromo Anggrek selamat dievakuasi - ANTARA News Kalimantan Barat". Antara News. Diakses tanggal 2026-04-28.
  23. ↑ "Kesaksian Tim SAR: Korban Histeris di Tengah Himpitan Baja, 5 Korban Terjepit di Atas Gerbong". Tribunjabar.id. Diakses tanggal 2026-04-28.
  24. ↑ Purnama, Basuki Eka. "Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur Basarnas Terjunkan Tim Khusus Evakuasi Korban Terhimpit". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2026-04-28.
  25. ↑ Budi, Mulia. "Rano Karno soal Kecelakaan Kereta: Saya Perintahkan Jakarta Bantu Bekasi". detiknews. Diakses tanggal 2026-04-28.
  26. ↑ Siahaan, Olo. "Pemkot Bekasi Kerahkan Seluruh Sumber Daya Bantu Evakuasi Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo - Limit News". Limit News. Diakses tanggal 2026-04-28.
  27. ↑ Kurniawan, Febryan Kevin Candra (2026-04-28). "Basarnas Ungkap Alasan Lokomotif KA Argo Bromo Tak Langsung Ditarik Saat Evakuasi Korban". Kompas.com. Diakses tanggal 2026-04-28.
  28. 1 2 "Evakuasi korban tabrakan kereta KRL dan Argo Bromo". BBC News Indonesia. 2026-04-28. Diakses tanggal 2026-04-28.
  29. ↑ Putri, Febry Mustika. "Update Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: Evakuasi Rangkaian Kereta Selesai, Korban Jiwa 7 Orang - Radar Depok". Update Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: Evakuasi Rangkaian Kereta Selesai, Korban Jiwa 7 Orang - Radar Depok. Diakses tanggal 2026-04-28.
  30. ↑ Wisesa, Yosafat Diva Bayu (2026-04-28). "Semua Korban KRL Bekasi Berhasil Dievakuasi, Basarnas Resmi Tutup Operasi". IDN Times. Diakses tanggal 2026-04-28.
  31. ↑ "Detik-Detik Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dilepas dari Rangkaian KRL". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2026-04-28.
  32. ↑ Utama, Pradita. "Evakuasi KRL Ringsek di Bekasi Ditarget Tuntas Hari Ini". detiknews. Diakses tanggal 2026-04-28.
  33. ↑ "Daftar Nama 15 Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi". detik.com. Diakses tanggal 2026-04-28.
  34. ↑ "Seluruh Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Perempuan Dewasa". CNN Indonesia. 2026-04-28. Diakses tanggal 2026-04-28.
  35. ↑ "Daftar Nama 86 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur". nasional. Diakses tanggal 2026-04-28.
  36. ↑ "Siapa Masinis KA Argo Bromo Anggrek? Begini Kondisinya Pasca Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur". suara.com. Diakses tanggal 2026-04-28.
  37. ↑ M, Whisnu. "14 Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Perempuan". https://www.metrotvnews.com. Diakses tanggal 2026-04-28.
  38. ↑ "FOTO: Kerusakan Parah Gerbong KRL Commuterline Usai Ditabrak Argo Bromo Anggrek". merdeka.com. 2026-04-28. Diakses tanggal 2026-04-28.
  39. ↑ Mawardi, Isal. "Penampakan Bangkai Taksi Tertemper yang Jadi Pemicu Tabrakan Kereta Bekasi". detiknews. Diakses tanggal 2026-04-28.
  40. ↑ Hayat, Wiji Nur. "Aliran Listrik Jalur Bekasi Timur-Cibitung Dimatikan Imbas Tabrakan KA". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2026-04-28.
  41. ↑ Irwinsyah, Fachrul. "KRL Lintas Cikarang Berangkat Awal dari Stasiun Bekasi, KAI Siapkan Shuttle Bus". kumparan. Diakses tanggal 2026-04-28.
  42. ↑ Yefta Christopherus Asia, Sanjaya (2026-04-28). "7 Perjalanan Kereta di Daop 6 Terlambat dan Dibatalkan Usai Argo Bromo Tabrak KRL, Berikut Daftarnya". Kompas.com. Diakses tanggal 2026-04-28.
  43. ↑ "Daftar 19 Perjalanan Kereta yang Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Bekasi". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2026-04-28.
  44. ↑ Afriandita, Zahfa Putri (2026-04-28). "Penyebab Pasti Kecelakaan KRL Bekasi, Dirut KAI: Tunggu Investigasi KNKT". RRI. Diakses tanggal 2026-04-27.
  45. ↑ AsatuNews.co.id (2026-04-27). "KAI Selidiki Penyebab Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi". AsatuNews.co.id. Diakses tanggal 2026-04-27.
  46. ↑ "Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 2026-04-28. Diakses tanggal 2026-04-28.
  47. ↑ Alnina, Dian Rahma Fika (2026-04-28). "Prabowo Setujui Dana Banpres untuk Bangun Flyover di Bekasi". Tempo. Diakses tanggal 2026-04-28.
  48. ↑ Rizky, Martyasari. "Penyebab Tabrakan Kereta Bekasi, AHY Pastikan KNKT Transparan". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2026-04-28.
  49. ↑ BeritaSatu.com. "AHY Dorong Percepatan Flyover Usai Kecelakaan Bekasi, Lintasan Sebidang Dihapus Bertahap". beritasatu.com. Diakses tanggal 2026-04-28.
  50. ↑ Rahmana, Aulia Ivanka (2026-04-28). "Jasa Raharja Siapkan Santunan hingga Rp 90 Juta Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Timur". kontan.co.id. Diakses tanggal 2026-04-28.
  51. ↑ "MTI Dorong Pembangunan Double-double Track Dipercepat". Tempo. 2026-04-28. Diakses tanggal 2026-04-28.
  52. ↑ Suharsana Aji Sasra J., C. (2026-04-28). "MTI: Kecelakaan di Bekasi momen perkuat keselamatan perlintasan kereta". Antara News. Diakses tanggal 2026-04-28.

Pranala luar

  • Kesaksian penumpang KRL Commuter Line terkait tragedi tersebut
  • Proses evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan
  • l
  • b
  • s
Bencana alam, kecelakaan, dan kerusuhan di Indonesia tahun 2026
Bencana alam
Banjir dan
longsor
  • Tanah longsor Bandung Barat
Gempa bumi
  • Pacitan
  • Laut Maluku
Kecelakaan
Pesawat terbang
  • ATR 42-500 Indonesia Air Transport
  • Pendaratan darurat Smart Air PK-SNS
Kereta
  • Tabrakan kereta api Bekasi Timur
Lain-lain
  • Kebakaran hutan dan lahan Way Kambas
  • Kebakaran Pasar Kasongan
  • Runtuhnya Tangsi Belanda di Siak
  • Kebakaran Mal Ciputra Cibubur
  • Ledakan Masjid Jember
  • Ledakan dan kebakaran SPBE Cimuning
◀ 2025 - 2027 ▶

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Kronologi
  3. Evakuasi dan pemulihan jalur
  4. Dampak korban dan kerusakan
  5. Investigasi
  6. Tanggapan
  7. Lihat pula
  8. Referensi
  9. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar kecelakaan kereta api di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Kereta api Pandalungan

layanan kereta api di Indonesia

Kereta api Sembrani

layanan kereta api di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026