KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak penghentian serangan di Lebanon, menyusul tewasnya seorang...
Source: View Original Article
KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak penghentian serangan di Lebanon, menyusul tewasnya seorang penjaga perdamaian dari Indonesia. Prajurit yang gugur diketahui bernama Praka Rico Pramudia, bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Praka Rico dilaporkan terluka dalam serangan Israel ke Lebanon pada 29 Maret 2026 yang lalu, sebelum akhirnya meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Beirut. Dalam pernyataannya, Guterres mengaku sangat berduka atas insiden tersebut. Ia menyebut, berdasarkan temuan awal UNIFIL, insiden itu bermula saat sebuah peluru ditembakkan dari tank Pasukan Pertahanan Israel menghantam posisi UNIFIL di Lebanon selatan.
"Saya sangat mengetahui bahwa seorang penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia kembali meninggal dunia akibat luka-lukanya setelah insiden pada bulan Maret," kata Gutteres di platform X, Sabtu (25/4/2026). Ia juga menyampaikan bela sungkawa mendalam atas tewasnya prajurit perdamaian dari Indonesia tersebut.
"Belasungkawa terdalam saya kepada keluarga, teman, dan rekan kerja penjaga perdamaian yang gugur, serta saya berharap pemulihan penuh dan cepat bagi para korban luka lainnya," katanya.
Tewasnya Praka Rico menambah panjang daftar korban di tubuh pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon beberapa waktu terakhir. Melansir Al Jazeera, Guterres mencatat hingga kini setidaknya ada enam peacekeepers (penjaga perdamaian) UNIFIL di Lebanon telah tewas.
"Enam penjaga perdamaian yang bertugas bersama UNIFIL kini telah meninggal dan beberapa lainnya mengalami luka serius, insiden-insiden terbaru di tengah permusuhan antara Hizbullah dan tentara Israel," kata Guterres. Dengan tegas, ia mendesak supaya serangan yang terus memanas di kawasan tersebut dihentikan.
“Serangan-serangan ini harus dihentikan," tutup Guterres dalam pernyataannya. Sejalan dengan pernyataan tersebut, Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan kepada wartawan bahwa Sekretaris Jenderal Antonio Guterres “sangat berduka” atas meninggalnya Praka Rico yang berusia 31 tahun.
Dujarric menekankan, insiden yang menimpa personel penjaga perdamaian tidak dapat diterima dalam kondisi apa pun.
Rismon Hasiholan Sianipar dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan perbuatan curang terkait buku berjudul Gibran End Game. Laporan ters...
Terpidana kasus penembakan siswa SMKN 4 Semarang, Gamma (17), Robig Zaenuddin dipindahkan ke Lapas Nusakambangan setelah diduga terlibat peredaran nar...
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar AS dan sempat menembus level Rp 17.300 per dollar AS, yang disebut sebagai level terendah sepanjang sejarah...