Puteri Indonesia adalah acara televisi–kontes kecantikan di Indonesia yang diselenggarakan sejak 1992 oleh Yayasan Puteri Indonesia. Kontes ini memilih pemenang untuk mewakili Indonesia pada d Empat Besar kontes kecantikan utama, yaitu Miss International. Kontes ini juga memilih perwakilan untuk Miss Supranational, Miss Charm dan Miss Cosmo. Puteri Indonesia secara tradisional diadakan pada bulan Maret, bersamaan dengan perayaan Hari Perempuan Internasional. Puteri Indonesia juga pernah dikirim sebagai perwakilan pada kontes kecantikan Miss Universe, Miss World, dan Miss Grand Internasional.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Jenis |
|
|---|---|
| Pemegang waralaba | Yayasan Puteri Indonesia |
| Organisasi induk | PT Mustika Ratu, Tbk[1][2] |
| Markas besar | Jakarta Selatan, Jakarta, Indonesia |
| Negara diwakili | Indonesia |
| Kualifikasi untuk | Miss International Miss Supranational Miss Charm Miss Cosmo |
| Edisi pertama | 1992 |
| Edisi terkini | 2026 |
| Pemegang gelar terkini | Agnes Rahajeng Banten |
Gelar lain dalam kontes | Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata Puteri Indonesia Pendidikan Puteri Indonesia Kebudayaan Puteri Indonesia Inovasi dan Teknologi |
Pendiri | Mooryati Soedibyo[3][4] |
Direktur Nasional | Putri Kus Wisnu Wardani |
Direktur Komunikasi | Mega Angkasa |
| Bahasa |
|
| Situs web | www |
Puteri Indonesia adalah acara televisi–kontes kecantikan di Indonesia yang diselenggarakan sejak 1992 oleh Yayasan Puteri Indonesia. Kontes ini memilih pemenang untuk mewakili Indonesia pada d Empat Besar kontes kecantikan utama, yaitu Miss International. Kontes ini juga memilih perwakilan untuk Miss Supranational, Miss Charm dan Miss Cosmo. Puteri Indonesia secara tradisional diadakan pada bulan Maret, bersamaan dengan perayaan Hari Perempuan Internasional.[5][6][7] Puteri Indonesia juga pernah dikirim sebagai perwakilan pada kontes kecantikan Miss Universe, Miss World, dan Miss Grand Internasional.
Pemegang gelar terkini adalah Agnes Rahajeng dari Banten yang dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2026 pada tanggal 24 April 2026 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Indonesia. Agnes Rahajeng menjadi pemenang pertama dari Banten yang memenangkan Puteri Indonesia.


Presiden-pemilik Puteri Indonesia adalah sentana dalem (keluarga kerajaan) dari Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Bendara Raden Ayu Mooryati Soedibyo[3][4][8] dan Raden Ayu Putri Kuswisnu Wardani.[9] Mendiang Eyang Moor (sapaan akrab B.R.Ay. Mooryati Soedibyo) adalah wayah dalem (cucu raja) Sahandhap Dalem Sampeyan Dalem Sri Susuhunan Pakubuwana X yang bertahta di Keraton Surakarta. Kontes ini didirikan pada tahun 1992 dan dianggap sebagai kontes kecantikan nasional tertua di Indonesia, dengan Puteri Indonesia pertama adalah Indira Paramarini Sudiro yang dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 1992 dan memenangkan gelar Miss ASEAN 1991.[10] Di mana Puteri Indonesia 1996, Alya Rohali menjadi pemegang gelar dengan masa jabatan terlama dalam sejarah kontes, dari tahun 1996 hingga 1999.[11]
Puteri Indonesia mulai memilih pemenang untuk peserta Miss Universe 1993 di Meksiko, tetapi pada saat malam karantina, pemenangnya ditarik dan terpaksa mengundurkan diri dari kontes tersebut oleh mantan Ibu Negara, Ibu Tien Suharto yang merupakan istri mendiang presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto.[12] Begitu juga dengan Venna Melinda yang juga pemenang kontes tersebut untuk menjadi wakil Indonesia di Miss Universe 1994, tetapi hanya sebagai pengamat saja. Sementara itu, Susanty Manuhutu dan Alya Rohali adalah dua kontestan perwakilan resmi dari Indonesia untuk pertama kalinya dikirim sebagai peserta Miss Universe, yaitu di tahun 1995 dan 1996. Setelah era reformasi bergulir, pemenang Puteri Indonesia kembali dikirim ke Miss Universe (hingga tahun 2022), Miss World (hanya di tahun 2005), dan Miss International setelah mendapat dukungan dan izin yang besar dari Megawati Soekarnoputri yang terpilih sebagai Presiden Wanita Indonesia yang pertama. Sejak saat itu kontes Puteri Indonesia diadakan secara rutin setiap tahun dan pemenangnya dikirim ke kontes kecantikan tingkat internasional (khusunya Miss Universe dan Miss International), dimulai dengan Artika Sari Devi Kusmayadi yang mewakili Indonesia pada Miss Universe 2005 di Thailand, diikuti dengan Rahma Landy Sjahruddin pada Miss International 2007 di Jepang, dan Alessandra Khadijah Usman pada Miss Asia Pacific World 2011 di Chili.[13][14]

Kontes Puteri Indonesia secara tradisional diadakan pada bulan Maret, bersamaan dengan perayaan Hari Perempuan Internasional. Puteri Indonesia diadakan setiap tahun untuk menobatkan tiga pemenang utama, yaitu Puteri Indonesia, Puteri Indonesia Lingkungan, Puteri Indonesia Pariwisata dan Puteri Indonesia Pendidikan & Kebudayaan. Setiap puteri akan mewakili Indonesia di kontes kecantikan Internasional.[15] Seleksi calon Puteri Indonesia dimulai dari tingkat provinsi, calon terpilih akan bersaing dalam kontes nasional, yang diadakan setiap tahun di Jakarta. Biasanya setiap tahun, pemenang Miss Universe (sebelum 2022), Miss International, Miss Supranational dan Miss Charm (setelah 2022) menghadiri penobatan Puteri Indonesia sebagai bintang tamu kehormatan.[16] Organisasi Puteri Indonesia didukung secara luas oleh Presiden dan Kabinet Republik Indonesia.
Pada tahun 2019, Joko Widodo mengumumkan Puteri Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional Indonesia,[17] yang mengusung nilai-nilai kebersamaan budaya dan masyarakat Indonesia, untuk merayakan peran perempuan dalam industri kreatif, lingkungan, pariwisata, pendidikan dan kesadaran sosial.[18] Umumnya, malam penobatan terakhir dari kontes ini disiarkan setiap tahun di Indosiar pada edisi 2000 hingga 2018 dan sempat juga tayang di RCTI pada edisi 1995 dan 1996, tetapi pada edisi 1994, 2007 dan 2019 hingga sekarang ditayangkan di SCTV.[19][20]
Sejak 2023, pemenang utama Puteri Indonesia tidak lagi dikirim ke ajang Miss Universe karena kehilangan warlaba lisensi nasional untuk Indonesia dari Organisasi Miss Universe Indonesia.[21] Ini menandai berakhirnya kontrak kesepakatan antara Yayasan dengan Organisasi Miss Universe yang telah berjalan selama 30 tahun terakhir. Sebagai gantinya, Yayasan mengumumkan secara resmi bahwa mereka telah mendapatkan hak untuk mengirim perwakilan dan menjadi pemegang warlaba lisensi nasional atas kontes kecantikan yang berbasis di Vietnam, Miss Charm.[22][23]
Pada 19 Februari 2024 di masa pra-karantina edisi ke-27, Yayasan resmi mengumumkan bahwa mereka telah membeli dan berhasil mendapatkan hak cipta warlaba nasional untuk kontes Miss Cosmo International–sebuah kontes kecantikan baru besutan UNICorp yang berbasis di Kota Hồ Chí Minh, Vietnam.[24] Sejak saat itu, diumumkan format penempatan akhir baru untuk kontes Puteri Indonesia 2024 dengan ditambah satu gelar atribut, ini menandai kembalinya gelar Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan (dulunya Puteri Indonesia Perdamaian) setelah tidak diberikan selama 4 edisi berturut-turut sejak kemenangan Dilla Fadiela dari Daerah Istimewa Yogyakarta pada edisi ke-22.
Berikut adalah detail mengenai edisi penyelenggaraan perdana Puteri Indonesia hingga sekarang.
| Tahun | Edisi | Tanggal | Tempat Final | Tema | Provinsi Tema | Jumlah peserta |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1992 | ke-1 | 31 Oktober | Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta | Tidak diketahui | Tidak ada | 27 |
| 1994 | ke-2 | 16 April | 31 | |||
| 1995 | ke-3 | 11 April | Puri Agung, Hotel Grand Syahid Jaya, Jakarta | 30 | ||
| 1996 | ke-4 | 8 Maret | Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta | 31 | ||
| 2000 | ke-5 | 10 Juni | Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta | 30 | ||
| 2001 | ke-6 | 20 Juni | Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta | 34 | ||
| 2002 | ke-7 | 12 Juli | Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta | 34 | ||
| 2003 | ke-8 | 25 Juli | 34 | |||
| 2004 | ke-9 | 6 Agustus | Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta | 36 | ||
| 2005 | ke-10 | 29 Juli | 38 | |||
| 2006 | ke-11 | 25 Agustus | Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta | 38 | ||
| 2007 | ke-12 | 3 Agustus | Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta | Kita Tingkatkan Harmonisasi dan Rasa Persaudaraan di Antara Sesama | 36 | |
| 2008 | ke-13 | 15 Agustus | Pancarkan Cantikmu Melalui Karya Bagi Negeri dan Pelestarian Persada Nusantara | 38 | ||
| 2009 | ke-14 | 9 Oktober | Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta | 38 | ||
| 2010 | ke-15 | 8 Oktober | Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta | Cintai Negeri Melalui Penggunaan dan Penghargaan Karya Anak Bangsa | 38 | |
| 2011 | ke-16 | 7 Oktober | Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Jakarta | Wujudkan Cintamu pada Negeri Melalui Apresiasimu dan Penggunaan Produk Indonesia | 38 | |
| 2012-2013 | ke-17 | 1 Februari 2013 | Membangun Karakter Bangsa Melalui Integritas dan Karya | 38 | ||
| 2014 | ke-18 | 29 Januari | Pesona Sumatra | Pulau Sumatra | 38 | |
| 2015 | ke-19 | 20 Februari | Maha Djawa | Jawa Tengah | 37 | |
| 2016 | ke-20 | 19 Februari | The Glory of Sumatera | Sumatera Selatan | 39 | |
| 2017 | ke-21 | 31 Maret | The Sophisticated of The Baliland | Bali | 38 | |
| 2018 | ke-22 | 9 Maret | Pesona Tanah Pasundan, Bumi Parahyangan | Jawa Barat | 39 | |
| 2019 | ke-23 | 8 Maret | Colorful West Nusa Tenggara | Nusa Tenggara Barat | 39 | |
| 2020 | ke-24 | 6 Maret | The Jewel of Indonesia: Colorful East Nusa Tenggara | Nusa Tenggara Timur | 39 | |
| 2022 | ke-25 | 27 Mei | Everyday Hero: The Beauty and Uniqueness of Borobudur Temple | Jawa Tengah & DI Yogyakarta | 44 | |
| 2023[25][26] | ke-26 | 19 Mei | The Rendevine Beauty | Lampung | 45 | |
| 2024 | ke-27 | 8 Maret | The Authentic Beauty of Indonesia | IKN Nusantara | 41 | |
| 2025 | ke-28 | 2 Mei | Be Right, Be Bright | N/A | 45 | |
| 2026 | ke-29 | 24 April | N/A | TBA |

Penghargaan atribut yang paling sering diberikan pada edisi Puteri Indonesia setiap tahunnya:
SEKARANG
|
DAHULU
|
| Jumlah kemenangan sebelum atau tidak di bawah lisensi dari Puteri Indonesia | |
|---|---|
| Kontes | Kemenangan |
| Miss Asia Pasific International | 1 |
| Queen of The Pacific | 2 |
| Miss Cosmopolitan World | 1 |
| Miss ASEAN | 1 |
| Miss Eco International | 0 |
| Jumlah kemenangan dibawah Puteri Indonesia | |
|---|---|
| Kontes | Kemenangan |
| Miss International | 1 |
| Miss Supranational | 1 |
| Miss Charm | 0 |
| Miss Cosmo | 1 |
| Miss Universe | 0 |
| Miss World | 0 |
| Miss Grand International | 1 |
| Miss Asia Pacific World | 0 |
| World Miss University | 0 |
Perhatikan bahwa tahun menunjukkan waktu Puteri Indonesia mengakuisisi waralaba kontes tersebut.
Organisasi Puteri Indonesia adalah organisasi yang saat ini memiliki dan menjalankan kontes kecantikan Puteri Indonesia, di mana para pemenangnya bergelar sebagai Puteri Indonesia, Puteri Indonesia Lingkungan, Puteri Indonesia Pariwisata, Puteri Indonesia Pendidikan, Puteri Indonesia Kebudayaan dan Puteri Indonesia Inovasi dan Teknologi. Berbasis di Jakarta, organisasi ini dimiliki oleh Yayasan Puteri Indonesia. Presiden saat ini adalah Putri Tertinggi Kerajaan Mooryati Soedibyo dari Kasunanan Surakarta. Berikut ini adalah pemegang gelar Puteri Indonesia dari edisi pertama– edisi ke-26 dengan gelar khusus mereka.[32]
Sejak tahun 2024 gelar khusus Puteri Indonesia dipilih berdasarkan keinginan para puteri dan hasil profiling pihak Yayasan Puteri Indonesia. Sehingga, gelar khusus tersebut akan diumumkan beberapa minggu sejak terpilihnya Puteri Indonesia.[33] Berikut adalah pemegang gelar Puteri Indonesia sejak edisi ke-27 - sekarang dengan gelar khusus mereka.
Berikut adalah gelar juara Puteri Indonesia sepanjang tahun, termasuk sorotan penampilan mereka di Empat besar, sub-besar, dan Kontes kecantikan internasional minor.
Pemenang di Empat Besar kontes kecantikan internasional:
Pemenang di Sub-besar kontes kecantikan internasional:
Berikut ini adalah penempatan para juara Puteri Indonesia atas keikutsertaan mereka di kontes internasional selama bertahun-tahun.
Penempatan di Empat Besar kontes kecantikan internasional:
Penempatan di Sub-besar kontes kecantikan internasional:
Penempatan di Kontes kecantikan internasional minor:
Berikut prestasi Ratu Puteri Indonesia dengan penempatannya.
| Tahun | Puteri | Runner-up | Prestasi dan Penempatan | Ref. |
|---|---|---|---|---|
| 2025 | Puteri Indonesia
Firsta Yufi Amarta Putri Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata Puteri Indonesia Pendidikan |
Puteri Indonesia Kebudayaan
Syafira Mardhiyah Puteri Indonesia Inovasi dan Teknologi |
Miss Supranational 2025 Firsta Yufi Amarta Putri (24 Besar; Miss Supranational Asia and Oceania; 9 Besar Miss Supra Talent; 20 Besar Miss Supra Influencer) Miss International 2025 Miss Cosmo 2025 Miss Charm 2025 |
|
| 2024 | Puteri Indonesia
Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan |
Runner-up 4
Ghina Raihanah Tadjoedin Runner-up 5 |
Miss Supranational 2024 Miss International 2024 Miss Cosmo 2024 Miss Charm 2024 |
[34][35][36][37][38][39][40][41][42][43] |
| 2023 | Puteri Indonesia Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata |
Runner-up 3
Runner-up 4 Runner-up 5 |
Miss International 2023 Miss Supranational 2023 Miss Charm 2024 |
[44] |
| 2022 |
Puteri Indonesia Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata |
Runner-up 3 Runner-up 4 Runner-up 5 |
Miss Universe 2022 Miss International 2022 Miss Supranational 2022 |
|
| 2020 |
Puteri Indonesia Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata |
Runner-up 3 Runner-up 4 Runner-up 5 |
Miss Universe 2020 Miss International 2020/2021 Miss Supranational 2021 |
[46] |
| 2019 |
Puteri Indonesia Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata |
Runner-up 3 Runner-up 4 Runner-up 5 |
Miss Universe 2019 Miss International 2019 Miss Supranational 2019 |
|
| 2018 |
Puteri Indonesia Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata Puteri Indonesia Perdamaian |
Runner-up 4 Runner-up 5 |
Miss Universe 2018 Miss International 2018 Miss Supranational 2018 |
|
| 2017 |
Puteri Indonesia Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata Puteri Indonesia Perdamaian |
Runner-up 4 Runner-up 5 |
Miss Universe 2017 Miss International 2017 Miss Supranational 2017 Miss Grand International 2017 |
|
| 2016 |
Puteri Indonesia Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata Puteri Indonesia Perdamaian |
Runner-up 4 |
Miss Universe 2016 Miss International 2016 Miss Supranational 2016 Miss Grand International 2016 |
|
| 2015 |
Puteri Indonesia Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata |
Runner-up 3 Runner-up 4 |
Miss Universe 2015 Miss International 2015 Miss Supranational 2015 Miss Eco International 2017 |
|
| 2014 |
Puteri Indonesia Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata |
Runner-up 3 Runner-up 4 |
Miss Universe 2014 Miss International 2014 Miss Supranational 2014 |
|
| 2012-2013 |
Puteri Indonesia Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata |
Runner-up 3 Runner-up 4 |
Miss Universe 2013 Miss International 2013 Miss Supranational 2013 Miss Grand International 2013 |
|
| 2011 |
Puteri Indonesia Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata |
Runner-up 3 Runner-up 4 |
Miss Universe 2012 Miss International 2012 Miss Asia Pacific World 2012 |
|
| 2010 |
Puteri Indonesia Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata |
Runner-up 3 Runner-up 4 |
Miss Universe 2011 Miss International 2011 Miss Asia Pacific World 2011 |
|
| 2009 |
Puteri Indonesia Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata |
Runner-up 3 Runner-up 4 |
Miss Universe 2010 Miss International 2010 |
|
| 2008 |
Puteri Indonesia Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata |
Runner-up 3 Runner-up 4 |
Miss Universe 2009 Miss International 2009 |
|
| 2007 |
Puteri Indonesia Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata |
Runner-up 3 Runner-up 4 |
Miss Universe 2008 Miss International 2008 |
|
| 2006 |
Puteri Indonesia Puteri Indonesia Lingkungan Puteri Indonesia Pariwisata |
Runner-up 3 Runner-up 4 |
Miss Universe 2007 Miss International 2007 |
|
| 2005 |
Puteri Indonesia |
Runner-up 1 Runner-up 2 |
Miss Universe 2006 Miss World 2005 |
|
| 2004 |
Puteri Indonesia |
Runner-up 1 Runner-up 2 |
Miss Universe 2005 |
|
| 2003 |
Puteri Indonesia |
Runner-up 1 Runner-up 2 |
||
| 2002 |
Puteri Indonesia |
Runner-up 1 Runner-up 2 |
Tidak berkompetisi | |
| 2001 |
Puteri Indonesia |
Runner-up 1 Runner-up 2 |
Miss Universe 2002 |
|
| 2000 |
Puteri Indonesia |
Runner-up 1 Runner-up 2 |
Tidak berkompetisi | |
| 1996 |
Puteri Indonesia |
Runner-up 1 Runner-up 2 |
Miss Universe 1996 |
|
| 1995 |
Puteri Indonesia |
Runner-up 1 Runner-up 2 |
Miss Universe 1995 World Miss University 1995 |
|
| 1994 |
Puteri Indonesia |
Runner-up 1 Runner-up 2 |
Miss Universe 1994 |
|
| 1992 |
Puteri Indonesia |
Runner-up 1 Runner-up 2 |
Miss Universe 1993 |

Puteri Indonesia adalah gelar tertinggi yang diperebutkan dalam ajang kontes kecantikan Puteri Indonesia, pemegang gelar Puteri Indonesia berhak mengenakan Mahkota Borobudur Merah. Selain mengenakan Mahkota Borobudur Merah, Puteri Indonesia bertugas untuk menjadi wakil Indonesia atau duta bangsa pada kegiatan yang bertaraf internasional baik dalam sektor industri dan perdagangan, pariwisata dan budaya Indonesia, serta berbagai aksi kepedulian terhadap lingkungan, pendidikan, sosial dan kemanusiaan. [63]
Pada penghujung acara malam pemilihan Puteri Indonesia, dewan juri akan menentukan ajang internasional yang akan diikuti oleh pemenang Puteri Indonesia. Pemenang Puteri Indonesia otomatis menjadi Miss Universe Indonesia dan mewakili Indonesia di kontes Miss Universe. Edisi terakhir di mana Puteri Indonesia sekaligus menjabat Miss Universe Indonesia adalah tahun 2022, di mana tahun 2023 Puteri Indonesia kehilangan lisensi Miss Universe.[64]
Sejak tahun 2024, Pemenang Puteri Indonesia diberi kebebasan untuk memilih ajang international yang akan diikuti. Tentunya hal ini juga melalui pendampingan Yayasan Puteri Indonesia (YPI) yang lebih dahulu melakukan profiling terhadap profil masing-masing Puteri yang akan bertanding.[33]
Puteri Indonesia Lingkungan adalah gelar pemenang kedua (Runner-up 1) dalam ajang kontes kecantikan Puteri Indonesia, pemegang gelar Puteri Indonesia Lingkungan berhak mengenakan Mahkota Borobudur Hijau. Selain mengenakan Mahkota Borobudur Hijau, Puteri Indonesia Lingkungan bertugas untuk menjadi wakil Indonesia atau duta bangsa pada kegiatan yang bertaraf internasional dalam sektor lingkungan serta berperan penting dalam advokasi dan aksi nyata untuk pelestarian lingkungan di Indonesia. [63][77]
Di penghujung acara malam pemilihan Puteri Indonesia akan dinobatkan Puteri Indonesia Lingkungan. Pemenang Puteri Indonesia Lingkungan otomatis menjadi Miss International Indonesia untuk mewakili Indonesia di kontes Miss International sejak 2007-2022 dan menjadi Miss Supranational Indonesia untuk mewakili Indonesia di kontes Miss Supranational pada tahun 2023.
Seperti halnya pemenang utama Puteri Indonesia, sejak tahun 2024 Puteri Indonesia Lingkungan diberi kebebasan untuk memilih ajang international yang akan diikuti dan melalui pendampingan atas profiling yang dilakukan oleh Yayasan Puteri Indonesia.[33]
| Tahun | Provinsi | 1st Runner-up | Kontes Internasional | Penempatan | Penghargaan khusus | |
| Dinyatakan sebagai Runner-up 1 | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1992 | Caroline Octavia | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | ||||
| 1994 | Irma Rahmayani Lubis | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | ||||
| Dinyatakan sebagai Runner-up 1 (World Miss University Indonesia) | ||||||
| 1995 | Rosa Andriani Rai | World Miss University 1995 | Tidak ditempatkan | |||
| Dinyatakan sebagai Runner-up 1 | ||||||
| 1996 | Dyah Palipur Yudhawati | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | ||||
| 2000 | Mandy Andriani Tutuarima | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | ||||
| 2001 | Helena Yorantina Souissa | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | ||||
| 2002 | Meutia Taurissa Susmex | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | ||||
| 2003 | Sisca Amelia | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | ||||
| Dinyatakan sebagai Runner-up 1 (Miss Tourism International Indonesia) | ||||||
| 2004 | Nadia Mulya | Miss Tourism International 2004 | Tidak berkompetisi | |||
| Dinyatakan sebagai Runner-up 1 (Miss World Indonesia) | ||||||
| 2005 | Lindi Cistia Prabha | Miss World 2005 | Tidak ditempatkan | |||
Puteri Indonesia Pariwisata adalah gelar pemenang ketiga (Runner-up 2) dalam ajang kontes kecantikan Puteri Indonesia, pemegang gelar Puteri Indonesia Pariwisata berhak mengenakan Mahkota Borobudur Biru. Selain mengenakan Mahkota Borobudur Biru, Puteri Indonesia Pariwisata bertugas untuk menjadi wakil Indonesia atau duta bangsa pada kegiatan yang bertaraf internasional dalam sektor pariwisata serta berperan penting dalam mempromosikan pariwisata Indonesia di kancah Internasional.[63][87]
Di penghujung acara malam pemilihan Puteri Indonesia akan dinobatkan Puteri Indonesia Pariwisata. Pemenang Puteri Indonesia Pariwisata otomatis menjadi Miss Supranational Indonesia untuk mewakili Indonesia di kontes Miss Supranational sejak 2013-2022 dan di tahun sebelumnya menjadi Miss Asia Pasific World Indonesia untuk mewakili Indonesia di kontes Miss Asia Pasific World sejak 2011-2012.
Seperti halnya pemenang utama Puteri Indonesia, sejak tahun 2024 Puteri Indonesia Pariwisata diberi kebebasan untuk memilih ajang internasional yang akan diikuti dan melalui pendampingan atas profiling yang dilakukan oleh Yayasan Puteri Indonesia.[33]
| Tahun | Provinsi | 2nd Runner-up | Kontes Internasional | Kedudukan | Penghargaan Khusus |
| Dinyatakan sebagai Runner-up 2 | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| 1992 | Veria Syanusi | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 1994 | Valentina Tohir | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 1995 | Dian Cahyani | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 1996 | Gusria Setiani | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2000 | Anak Agung Ayu Inten Leony Pratiwi | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2001 | Ni Wayan Eka Ciptasari | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2002 | Sagita Shinta Pratiwi Wacik | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2003 | Melisa Yasmin Kapitan | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2004 | Novia Isabiet Monoarfa | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| Dinyatakan sebagai Runner-up 2 (Miss ASEAN Indonesia) | |||||
| 2005 | Valerina Novita Daniel[a] | Miss ASEAN 2006 | Kontes dibatalkan | ||
Puteri Indonesia Pendidikan adalah gelar pemenang keempat (Runner-up 3) dalam ajang kontes kecantikan Puteri Indonesia, pemegang gelar Puteri Indonesia Pendidikan berhak mengenakan Mahkota Borobudur Kuning. Selain mengenakan Mahkota Borobudur Kuning, Puteri Indonesia Pendidikan bertugas untuk menjadi wakil Indonesia atau duta bangsa pada kegiatan yang bertaraf internasional dalam sektor pendidikan. Puteri Indonesia Pendidikan juga berperan dalam mengadvokasi, menyebarluaskan, dan mengajak masyarakat untuk memiliki kesadaran lebih besar di sektor pendidikan.[63][118]
Pada tahun 1992–1996, 3rd Runner-up diumumkan pada kontes Puteri Indonesia. Selain 3 Besar Puteri Indonesia yang fokus di ajang Miss Universe, Miss International dan Miss Supranational, sejak tahun 2013 untuk pertama kalinya, Runner-up ke-3 terpilih untuk berlaga di ajang Miss Grand International. Pada tahun 2016, Puteri Indonesia telah menandatangani kembali waralaba nasional Miss Grand International setelah kontes tersebut memutuskan kontrak dengan Miss Grand International pada tahun 2014. Pada tahun 2016, Yayasan Puteri Indonesia memutuskan untuk memberikan nama 3rd Runner-up sebagai “Puteri Indonesia Perdamaian”. Gelar tersebut bertujuan untuk menjadi Duta Perdamaian di bawah Puteri Indonesia. Pada 2018, Yayasan Puteri Indonesia kembali memutuskan kontrak dengan Miss Grand International, sehingga gelar “Puteri indonesia Perdamaian” tidak diberikan pada tahun 2019 - 2023. [119][120] Namun, gelar ini berubah menjadi "Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan" pada tahun 2024. [118]
Sejak tahun 2024, di penghujung acara malam pemilihan Puteri Indonesia akan dinobatkan Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan. Pemenang Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan otomatis menjadi salah satu wakil Indonesia di ajang kontes kecantikan Internasional. Seperti halnya pemenang utama Puteri Indonesia, Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan diberi kebebasan untuk memilih ajang internasional yang akan diikuti dan melalui pendampingan atas profiling yang dilakukan oleh Yayasan Puteri Indonesia.[33]
Namun pada edisi 2025, Yayasan Puteri Indonesia mengumumkan perubahan format penentuan pemenang dalam ajang Puteri Indonesia 2025, yang mencakup penambahan dua gelar baru.[121] Salah satu gelar tersebut adalah Puteri Indonesia Kebudayaan, yang diberikan kepada peraih posisi kelima. Gelar ini merupakan hasil pemisahan dari gelar Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan. Perubahan ini diambil guna menyesuaikan dengan kebutuhan serta memperkuat sektor pendidikan dan kebudayaan, sesuai dengan program-program pemerintah Indonesia untuk mendukung generasi muda. Dengan demikian, gelar yang sebelumnya dikenal sebagai Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan kini dipisah menjadi dua gelar terpisah, masing-masing untuk bidang pendidikan dan kebudayaan.[122]
| Tahun | Provinsi | 3rd Runner-up | Kontes Internasional | Penempatan | Penghargaan Khusus |
| Dinyatakan sebagai Runner-up 3 | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| 1992 | Pungky Sukmawati | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 1994 | Sherly Sisca Ogotan | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 1995 | Najwa Abdullah | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 1996 | Yudith Nurwulan Ratna Purwita Sari | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2000 | Suli Mumpuni Kusumo Putri | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2001 | Wahyuningtyas V Askandar | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2002 | Vebryana Dian Ayrrizha | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2003 | Anak Agung Sagung Dian Indraswari | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2004 | Pascalia Putri Potia Panindia | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2005 | Rahma Alia | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2006 | Annisa Herviana | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2007 | Tri Handayani | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2008 | Raline Rahmat Shah | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2009 | Natalia Hermanto | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2010 | Ida Ayu Dwita Sukma Ari Pramana | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2011 | Sabrina Chairunnisa | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| Dinyatakan sebagai Runner-up 3 (Miss Grand Indonesia) | |||||
| 2013 | Novia Indriani Mamuaja | Miss Grand International 2013 | Tidak ditempatkan |
| |
| Dinyatakan sebagai Runner-up 3 | |||||
| 2014 | Ida Ayu Dwita Sukma Ari Pramana | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2015 | Laras Maranatha | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| Tahun | Provinsi | P.I Perdamaian | Kontes Internasional | Penempatan | Penghargaan khusus |
| Dinyatakan sebagai Puteri Indonesia Perdamaian (Miss Grand Indonesia) | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| 2016 | Ariska Putri Pertiwi | Miss Grand International 2016 | Pemenang |
| |
| 2017 | Dea Goesti Rizkita Koswara | Miss Grand International 2017 | 10 Besar | ||
| Dinyatakan sebagai Puteri Indonesia Perdamaian | |||||
| 2018 | Dilla Fadiela | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| Tahun | Provinsi | 3rd Runner-up | Kontes Internasional | Penempatan | Penghargaan Khusus |
| Dinyatakan sebagai Runner-up 3 | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| 2019 | Annisa Fitriana | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2020 | Louise Kalista Wilson-Iskandar | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2022 | Melanie Theresia Berentz | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2023 | Dinda Nur Safira | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| Tahun | Provinsi | P.I Pendidikan dan Kebudayaan | Kontes Internasional | Penempatan | Penghargaan khusus |
| Dinyatakan sebagai Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan (Ajang kecantikan internasional ditentukan berdasarkan hasil profiling Yayasan Puteri Indonesia) | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| 2024 | Melati Tedja | Miss Charm 2024 | 3rd Runner-up[42] |
| |
| Tahun | Provinsi | P.I Pendidikan | Kontes Internasional | Penempatan | Penghargaan khusus |
| Dinyatakan sebagai Puteri Indonesia Pendidikan (Ajang kecantikan internasional ditentukan berdasarkan hasil profiling Yayasan Puteri Indonesia) | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| 2025 | Rinanda Aprillya Maharani | Miss Charm 2025 | 2nd Runner-up | ||
Puteri Indonesia Kebudayaan adalah gelar pemenang kelima (Runner-up 4) dalam ajang kontes kecantikan Puteri Indonesia, pemegang gelar Puteri Indonesia Kebudayaan berhak mengenakan Mahkota Borobudur Ungu. Selain mengenakan Mahkota Borobudur Ungu, Puteri Indonesia Kebudayaan bertugas untuk menjadi wakil Indonesia atau duta bangsa pada kegiatan yang bertaraf internasional dalam sektor kebudayaan serta berperan penting dalam melestarikan, mengenalkan, serta mengembangkan kebudayaan Indonesia.
Pada tahun 1992–1996, 4th Runner-up diumumkan pada kontes Puteri Indonesia. Sejak tahun 2000, aturan dibuat di 6 Besar atau 5 Besar dan kemudian runner-up akan dipanggil. Sejak edisi 2025, Yayasan Puteri Indonesia memutuskan untuk memberikan nama 4th Runner-up sebagai “Puteri Indonesia Kebudayaan” yang dipecah dari gelar Puteri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan. Gelar tersebut bertujuan untuk menjadi Duta Kebudayaan di bawah Puteri Indonesia, serta bertujuan untuk mendukung dan memperkuat bidang kebudayaan dalam rangka mendukung program pemerintah Indonesia pada generasi muda.[121]
| Tahun | Provinsi | 4th Runner-up | Kontes Internasional | Penempatan | Penghargaan Khusus |
| Dinyatakan sebagai Runner-up 3 | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| 1994 | Aprilia I Arsanti | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 1995 | Deasy Mulyani Jachnis | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 1996 | Ni Putu Helena Jessica Mason | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2000 | Windy Wulandari Rahayu | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2001 | Alia Febyani Prabandari | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2002 | Destria Rifana | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2003 | Umi Arimbi Khalistasani | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2004 | Putu Yunita Oktarini | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2005 | Marcia Margaretha | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2006 | Jaswin Sara | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2007 | Elvaretta Nathania Gunawan | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2008 | Ajeng Patria Meilisa | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2009 | Audrie Adriana Sanova | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2010 | Grace Gabriella Binowo | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2011 | Dinda Rizky Hutari | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2013 | Nadia Ingrida Gani | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2014 | Rakhmi Wijiharti | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| Dinyatakan sebagai Runner-up 4 (Miss Eco Indonesia) | |||||
| 2015 | Syarifah Olvah Bwefar Alhamid | Miss Eco International 2016 | 16 Besar | ||
| Dinyatakan sebagai Runner-up 4 | |||||
| 2016 | Claudia Dara Chaerunnisa | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2017 | Syella Afsari | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2018 | Berliana Permatasari | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2019 | Helvanda Herman | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2020 | Angel Virginia Boelan | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2022 | Chrissy Fransisca Olivyana Rugian | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2023 | Puteri Modiyanti | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2024 | Ghina Raihanah Tadjoedin | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| Tahun | Provinsi | P.I Kebudayaan | Kontes Internasional | Penempatan | Penghargaan Khusus |
| Dinyatakan sebagai Puteri Indonesia Kebudayaan | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| 2025 | Syafira Mardhiyah | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
Puteri Indonesia Inovasi dan Teknologi adalah gelar pemenang keenam (Runner-up 5) dalam ajang kontes kecantikan Puteri Indonesia, pemegang gelar Puteri Indonesia Inovasi dan Teknologi berhak mengenakan Mahkota Borobudur Putih. Selain mengenakan Mahkota Borobudur Putih, Puteri Indonesia Inovasi dan Teknologi bertugas untuk menjadi duta bangsa pada kegiatan yang bertaraf internasional dalam sektor inovasi dan teknologi serta berperan penting menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi dan menciptakan solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.[121]
Pada tahun 1995–1996, 5th Runner-up diumumkan pada kontes Puteri Indonesia. Sejak tahun 2000, aturan dibuat di 6 Besar atau 5 Besar dan kemudian runner-up akan dipanggil, serta gelar tersebut tidak diberikan pada edisi 1992, 1994 dan 2001–2016. Pada edisi 2025, Yayasan Puteri Indonesia memutuskan untuk memberikan nama 5th Runner-up sebagai “Puteri Indonesia Inovasi dan Teknologi. Gelar tersebut bertujuan untuk menjadi Duta Inovasi dan Teknologi di bawah Puteri Indonesia, serta bertujuan untuk mendukung dan memperkuat bidang teknologi serta inovasi dalam rangka mendukung program pemerintah Indonesia pada generasi muda.[121]
| Tahun | Provinsi | 5th Runner-up | Kontes Internasional | Kedudukan | Penghargaan Khusus |
| Dinyatakan sebagai Runner-up 5 | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| 1995 | Elviera Dhewayani | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 1996 | Ria Novita | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2000 | Pocut Israita | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2017 | Putri Mentari Sitanggang | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2018 | Kidung Paramadita | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2019 | Maria Hostiana Napitupulu | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2020 | Yoan Clara Teken | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2022 | Arina Rezkyana Arfa | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2023 | Patricia Bella Olina | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| 2024 | Latisa Safa Maura | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| Tahun | Provinsi | P.I Inovasi dan Teknologi | Kontes Internasional | Penempatan | Penghargaan Khusus |
| Dinyatakan sebagai Puteri Indonesia Inovasi dan Teknologi | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| 2025 | Maharani Divaningtyas | Tidak berkompetisi pada kontes Internasional | |||
| Tahun | Penghargaan | Kategori | Nominasi | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| 2022 | Penghargaan Televisi Asia | Best Entertainment | Puteri Indonesia | Nominasi | [127] |
| 2023 | Miss Supranational President's Award | Excellence and Dedication | Yayasan Puteri Indonesia | Diberikan | [128] |
| Penghargaan Televisi Asia | Best Entertainment (One-off or Annual) | Puteri Indonesia | Nominasi | ||
| 2024 | Sash Factor Pageant of The Year Awards | National Pageant of The Year 2024 | Puteri Indonesia | Diberikan | [129] |
| National Stage Production of The Year 2024 | Puteri Indonesia | Diberikan | [130] |