Para Perasuk adalah film drama Indonesia yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja dari skenario yang ia tulis bersama Defi Mahendra dan Alicia Angelina. Film ini bercerita tentang Bayu, seorang pemuda yang bercita-cita menjadi seorang perasuk dalam sebuah pesta kerasukan di desanya. Film ini diperankan oleh Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan. Film ini diproduksi oleh Rekata Studio, Indonesia yang bekerja sama dengan Singapura, Prancis, dan Taiwan. Film ini dijadwalkan akan tayang perdana pada 24 Januari 2026 di Festival Film Sundance 2026, berkompetisi di bagian World Cinema Dramatic Competition.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Nama lain | |
|---|---|
| Indonesia | Para Perasuk |
| Sutradara | Wregas Bhanuteja |
| Produser |
|
| Ditulis oleh |
|
| Pemeran |
|
| Penata musik | Yennu Ariendra |
| Sinematografer | Gunnar Nimpuno |
| Penyunting | Ahmad Yuniardi |
Perusahaan produksi | Rekata Studio |
Tanggal rilis | |
| Durasi | 119 minutes |
| Negara |
|
| Bahasa | Indonesian |
Para Perasuk ( Judul Internasional : Levitating ) adalah film drama Indonesia yang disutradarai oleh Wregas Bhanuteja dari skenario yang ia tulis bersama Defi Mahendra dan Alicia Angelina. Film ini bercerita tentang Bayu, seorang pemuda yang bercita-cita menjadi seorang perasuk dalam sebuah pesta kerasukan di desanya. Film ini diperankan oleh Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan. Film ini diproduksi oleh Rekata Studio, Indonesia yang bekerja sama dengan Singapura, Prancis, dan Taiwan. Film ini dijadwalkan akan tayang perdana pada 24 Januari 2026 di Festival Film Sundance 2026, berkompetisi di bagian World Cinema Dramatic Competition.
Di sebuah desa di mana orang-orang menemukan kesenangan saat dirasuki roh spiritual, Bayu seorang pemuda 20 tahun bercita-cita menjadi seorang perasuk dalam sebuah pesta sambetan.
Pada Februari 2024, dikabarkan bahwa Wregas Bhanuteja akan menyutradarai film fitur ketiganya, yang diproduksi oleh Rekata Studio dengan Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi sebagai produser. Rekata Studio menggandeng Tan Si En dari Momo Film Co Singapura sebagai co-produser. Pada Agustus 2024, para pemain film diumumkan, termasuk Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, Indra Birowo, Ganindra Bimo, dan Anggun. Para Perasuk adalah kali pertama Anggun berperan dalam film layar lebar. Pada September 2024, proyek film ini dipresentasikan di Asian Project Market, yang diadakan selama Festival Film Internasional Busan, di mana proyek film ini memenangkan Penghargaan CJ ENM.
Pada Maret 2025, dikabarkan bahwa perusahaan yang berbasis di Taiwan, Aview Images, akan ikut berkolaborasi di film Para Perasuk. Pada Mei 2025, proyek tersebut menerima hibah pasca-produksi dari Purin Pictures, Thailand.
Proses shooting berlangsung selama dua puluh empat hari dan selesai pada bulan Oktober 2024. Film Para Perasuk menempuh proses pacaproduksi selama tahun 2025 mulai dari penataan suara, penataan musik, penataan warna, sampai penataan efek visual.
Para Perasuk akan melakukan pemutaran perdana dunianya pada tanggal 24 Januari 2026, berkompetisi di bagian World Cinema Dramatic Competition di Festival Film Sundance 2026. Film Para Perasuk akan tayang di bioskop Indonesia pada tahun 2026.