Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiAdhyaksa F.C. Banten
Artikel Wikipedia

Adhyaksa F.C. Banten

Adhyaksa FC Banten, sebelumnya dikenal sebagai Farmel dan Adhyaksa Farmel, adalah tim sepak bola Indonesia asal tangerang yang bermarkas di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Tim ini akan berkompetisi di Kejuaraan pada musim 2024–2025 setelah menjuarai Liga 3 musim 2023–2024.

klub sepak bola di Indonesia
Diperbarui 30 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Adhyaksa FC Banten
Nama lengkapAdhyaksa Football Club Banten
JulukanSang Jaksa (The Prosecutors)
Nama singkatAB
Berdiri20 Januari 2020; 6 tahun lalu (2020-01-20)
StadionLapangan Sepakbola Farmel Isvill
Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang
(Kapasitas: 500)
PemilikKejaksaan Republik Indonesia
CEOIndonesia Eko Setyawan[1]
ManajerIndonesia Henry Arifianto
PelatihIndonesia Ade Suhendra
LigaKejuaraan
2023–24Liga Nusantara, Juara, (Promosi ke Kejuaraan)
Situs webSitus web resmi klub
Kostum kandang
Kostum tandang

Adhyaksa FC Banten, sebelumnya dikenal sebagai Farmel dan Adhyaksa Farmel, adalah tim sepak bola Indonesia asal tangerang yang bermarkas di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Tim ini akan berkompetisi di Kejuaraan pada musim 2024–2025 setelah menjuarai Liga 3 musim 2023–2024.

Kontroversi

Musim 2021–2022

Pada pertandingan babak 32 besar Grup X putaran nasional kompetisi Liga 3 2021–2022 antara Bandung United FC menghadapi Farmel FC di Stadion Jala Krida AAL Kota Surabaya, Minggu 20 Februari 2022, di pertandingan tersebut Farmel FC banyak diuntungkan oleh keputusan wasit yang sangat kontroversial. Pertandingan tersebut dipimpin oleh Andri Novendra.

Kekecewaan Bandung United kepada wasit sudah terjadi sejak babak pertama, bahkan di babak kedua laga sempat terhenti lantaran wasit mengeluarkan keputusan kontroversi, di antaranya memberikan kartu merah kepada Saiful pada menit 51 dan Rizki Arohman pada menit 61. Puncaknya, menjelang berakhirnya laga pada menit 88, saat penjaga gawang Bandung United, Satrio Azhar diganjar kartu merah. Tak hanya kiper, satu pemain lainnya Andri Febriansyah juga diusir keluar, sehingga ada empat kartu merah yang diberikan oleh wasit. Pemain yang menjadi penjaga gawang dadakan, Arsan Makarin sebenarnya bisa memblok tendangan penalti Ikhsan Ilham, tetapi dengan cepat Ikhsan menyambar bola dan memasukkannya ke gawang.

Pemain Bandung United, tampak memberikan gestur tepuk tangan kepada pemain lawan yang berhasil menjebol gawang sekaligus mengadakan keunggulan Farmel FC menjadi 2–0. Tak lama berselang, Farmel FC kembali melakukan serangan, tetapi sebagai bentuk kekecewaan kepada wasit yang memimpin pertandingan, pemain Bandung United tampak membiarkan bola sepakan pemain lawan masuk ke gawangnya. Sehingga, skor berubah menjadi 3–0. Saat pluit panjang tanda berakhirnya pertandingan berbunyi, ofisial dan pemain Bandung United tampak memberikan tepuk tangan kepada wasit sebagai bentuk kekecewaan.[2]

Sebelumnya juga beberapa tim yang bertanding dengan Farmel FC merasa dirugikan oleh keputusan-keputusan wasit yang dinilai tidak wajar. Contohnya ketika pada pertandingan NZR Sumbersari FC kontra Farmel FC bahkan terjadi keributan antara ofisial dan pemain NZR Sumbersari dengan perangkat pertandingan yang dinilai merugikan tim NZR Sumbersari ketika Farmel FC mendapatkan penalti diakhir laga dan membuat skor menjadi imbang 1–1, hasil inilah yang kemudian membuat NZR Sumbersari gagal lolos dari babak 64 besar.[3]

Kemudian PSBL Langsa juga memprotes keputusan wasit yang membuat timnya harus kalah dengan skor 4–1 dari Farmel FC di Stadion Jala Krida AAL Kota Surabaya pada 18 Februari 2022, di pertandingan ini juga kepemimpinan wasit dinilai merugikan tim PSBL Langsa seperti Penalti yang didapat oleh Farmel FC dan keputusan lainnya. Bahkan pelatih PSBL Langsa, Azhar menyindir perangkat pertandingan serta Farmel FC dalam unggahan di akun Instagramnya dengan menyebutkan "Terimakasih mafia, terimakasih oknum. Kalian mengajarkan anak-anak pesepakbola Aceh untuk tidak percaya lagi dengan sepakbola Indonesia".[4]

Pada pertandingan babak 16 besar Liga 3 musim 2021–2022 pada 6 Maret 2022, Farmel FC kembali diuntungkan oleh keputusan wasit yang menuai kontroversi, contohnya saat pemain Persikota yang berdiri pada posisi onside yang kemudian oleh wasit dinilai offside dan penalti kontorversi yang diberikan wasit kepada Farmel FC. Pada pertandingan ini Farmel FC berhasil mengalahkan Persikota Tangerang dengan skor 3–0.[5]

Musim 2023–2024

Kontroversi kembali terulang di musim 2023–2024. Persikota Tangerang dan Adhyaksa Farmel kebetulan bertemu pada laga terakhir Grup D babak 16 besar putaran nasional Liga 3 2023/2024. Kedua tim bermain 0-0 pada laga itu. Kebetulan pertandingan itu disiarkan di Youtube resmi PSSI. Terlihat di sana para pemain dari kedua tim seperti malas-malasan dan tidak mau mencetak gol ke gawang lawan.

Persikota dan Adhyaksa Farmel memang sama-sama membutuhkan hasil imbang untuk bisa lolos berdua ke babak delapan besar. Jika Farmel kalah dari Persikota, Persiba Bantul yang memiliki empat poin bisa menggusur mereka.[6]

Saat ini, Persikota dan Adhyaksa Farmel dimiliki oleh orang yang sama yaitu Eko Setyawan yang juga menjadi CEO dari klub Persibo Bojonegoro.[7]

Di laga sebelumnya saat laga Adhyaksa Farmel bertemu dengan Persiba Bantul, Pelatih Persiba Bantul, Endro menilai wasit yang memimpun jalannya pertandingan yang berakhir dengan skor 2-2 tersebut, banyak merugikan Persiba Bantul.[8]

Misalnya saja pada menit ke-16, Afriansyah, gelandang Farmel bernomor punggung 10, melakukan pelanggaran berbahaya kepada pemain Persiba. Namun, wasit hanya mendiamkan.

Aksi kasar pemain Farmel pada menit ke-38 dengan menghadang pemain Persiba melalui gerakan menendang bahkan tak diberi peringatan atau kartu apapun. Puncaknya adalah gol kedua Farmel dari Zardan Aroby, satu menit sebelum injury time, yang membuat geram Persiba.

Gol kedua dari tim Adhyaksa Farmel FC pada menit 89 yang diciptakan oleh pemain Ichlasul Amal Zardan Aroby penuh dengan kontroversi. Zardan Aroby memang mencetak gol kedua Farmel. Namun, sang pemain menerima umpan dari rekannya, Afriansyah yang mengontrol bola lambung dari sisi kanan pertahanan Persiba dengan menggunakan tangannya. Dikarenakan terlihat jelas dalam tayangan live streaming di kanal YouTube PSSI TV, pemain nomor punggung 10 Afriyansyah yang memberi umpan (assist) menggunakan tangan sebelum terjadinya gol. Dan, wasit Mukhamad Fahrudin asal Jepara tetap mengesahkan gol tersebut.[9]

Logo

  • Logo Farmel FC (2020–2022)
    Logo Farmel FC (2020–2022)
  • Logo Adhyaksa Farmel FC (2022–2024)
    Logo Adhyaksa Farmel FC (2022–2024)

Prestasi

  • Liga 3
    • Juara (1): 2023–2024[10]
  • Liga 3 Banten
    • Juara (1): 2023
    • Runner-up (1): 2021[11]

Klasemen Liga 2 2025/2026 - Grup A

Pos Tim Main M S K MG GK SG Poin Kualifikasi
1 Garudayaksa 24131034618+2549 Lolos ke Final & Promosi ke Liga 1
2 Adhyaksa 2613946034+2548
3 Bekasi City 2410863421+1338
4 Sumsel United 2411583629+738
5 Persiraja Banda Aceh 2410773828+1037
6 PSPS 2471074240+231
7 PSMS Medan 248793029+131
8 Persikad Depok FC 2486103439–530
9 Persekat 2468101930–1126
10 Sriwijaya FC 2402221583–682 Degradasi ke Liga 3

[12]

Pemain

Per 08 Agustus 2024.

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan kelayakan FIFA. Pemain bisa saja memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Negara Pemain
9 MF Indonesia IDN Dedi Hartono (captain)
7 FW Indonesia IDN Syehabudin Ahmad
10 FW Indonesia IDN Afriyansyah
18 DF Indonesia IDN Ardi Ramdani
32 DF Indonesia IDN Tabroni
— MF Indonesia IDN Galuh Nata
17 FW Indonesia IDN Kadir Toyo
— DF Indonesia IDN Harli Cahya
— DF Serbia SRB Ivan Maric
— DF Indonesia IDN Obet Choiri
— MF Indonesia IDN Misbakus Solikin
— GK Indonesia IDN Andriyas Francisco
— MF Indonesia IDN Heri Susanto
— MF Indonesia IDN Dave Mustaine
— DF Indonesia IDN Dhanu Syahputra
No. Pos. Negara Pemain
— DF Indonesia IDN Mahdi Fahri albaar
— MF Indonesia IDN Aldito Quarisma
— FW Serbia SRB Aleksa Andrejic
— MF Indonesia IDN Shafa Abdillah
— FW Indonesia IDN Satrio Mega Insan
— DF Indonesia IDN Dimas Juliono Pamungkas

Referensi

  1. ↑ "Lolos 32 Besar Liga 3 Nasional 2022, CEO Farmel FC Ternyata Bocah Asli Bojonegoro". kabarpasti.com. Diakses tanggal 18 Februari 2022.
  2. ↑ "Liga 3: Wasit Dirasa Berat Sebelah, Klub Satelit Persib Lakukan Protes Elegan Pakai Tepuk Tangan". www.indosport.com. Diakses tanggal 20 Februari 2022.
  3. ↑ "Kericuhan pada Laga Kontra Farmel FC, Ini Kata NZR Sumbersari FC". m.bola.net. Diakses tanggal 20 Februari 2022.
  4. ↑ "PSBL Langsa Dibantai Farmel FC, Pelatih: Terimakasih Mafia". masakini.co. Diakses tanggal 20 Februari 2022.
  5. ↑ Husna Rahmayunita (6 Maret 2022). "Prilly Latuconsina Protes Wasit Laga Farmel FC vs Persikota sampai Colek PSSI". amp.bolatimes.com. Diakses tanggal 6 Maret 2022.
  6. ↑ "Kecurigaan Netizen Lihat Persibo, Persikota dan Adhiyaksa Farmel Kompak Lolos ke 8 Besar Liga 3". bola.com. 25 Mei 2024.
  7. ↑ Rahayu, Suci; Idris, Firzie A. (19 Mei 2024). "Exco Diduga Jadi Pemilik Tiga Klub Liga 3, PSSI Diminta Tegas". KOMPAS.com. Kompas Cyber Media.
  8. ↑ Jumali (23 Mei 2024). "Ditahan Imbang Adhyaksa Farmel FC, Pelatih Persiba Bantul Sindir Kepemimpinan Wasit". Harianjogja.com. Harian Jogja Digital Media.
  9. ↑ "Dikerjai Wasit Liga 3, Persiba Kirim Surat Protes ke PSSI". RRI.
  10. ↑ "Adhyaksa Farmel FC Juara Liga 3, Menang Tipis Atas Persibo - Totalsports.id". Total Sports ID. 2024-06-07. Diakses tanggal 2024-06-25.
  11. ↑ "Liga 3 Banten 2021: Persikota Tangerang Juara Via Adu Penalti". www.skor.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-17. Diakses tanggal 18 Februari 2022.
  12. ↑ "Klasemen Liga 2 Indonesia 2025/2026". Liga.id. Diakses tanggal 14 April 2026.

Pranala luar

  • farmel.co.id
  • Adhyaksa F.C. Banten di Instagram
  • Adhyaksa F.C. Banten di Facebook
Ikon rintisan

Artikel bertopik klub sepak bola ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
  • l
  • b
  • s
Kejuaraan
Musim 2025–26
Klub
Grup 1
  • Adhyaksa FC Banten
  • FC Bekasi City
  • Garudayaksa FC
  • Persekat Tegal
  • Persikad Depok
  • Persiraja Banda Aceh
  • PSMS Medan
  • PSPS Pekanbaru
  • Sriwijaya FC
  • Sumsel United FC
Grup 2
  • PS Barito Putera
  • Deltras FC
  • Kendal Tornado FC
  • Persela Lamongan
  • Persiba Balikpapan
  • Persiku Kudus
  • Persipal FC
  • Persipura Jayapura
  • PSIS Semarang
  • PSS Sleman
Musim
  • 1994–95
  • 1995–96
  • 1996–97
  • 1997–98
  • 1998–99
  • 1999–2000
  • 2001
  • 2002
  • 2003
  • 2004
  • 2005
  • 2006
  • 2007
  • 2008–2009
  • 2009–10
  • 2010–11
  • 2011–12
    • LPIS
    • LI
  • 2013
  • 2014
  • 2015–16
  • 2017
  • 2018
  • 2019
  • 2020
  • 2021
  • 2022–2023
  • 2023–2024
  • 2024–2025
  • 2025–2026
Penyelenggara : PT Liga Indonesia (1994–2014), I-League (sebelumnya PT Liga Indonesia Baru) (2017–)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kontroversi
  2. Musim 2021–2022
  3. Musim 2023–2024
  4. Logo
  5. Prestasi
  6. Klasemen Liga 2 2025/2026 - Grup A
  7. Pemain
  8. Referensi
  9. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar klub sepak bola di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Sistem liga sepak bola di Indonesia

Sistem Liga untuk Klub Sepakbola di Indonesia

Tim nasional sepak bola Indonesia

tim nasional sepak bola pria yang mewakili Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026